Nama : Prihadi Kuntoro
NPM : 16113918
Kelas : 2KA16
Link Slideshare :
http://www.slideshare.net/PrihadiKuntoro/kepemimpinan-46412933
Sunday, 29 March 2015
Sunday, 22 March 2015
Pembahasan Tentang salah satu Perusahaan Provider di Indonesia dari berbagai aspek
XL Axiata
Pada awalnya bernama PT. Excelcomindo Pratama (XL) dan beroperasi pada 1989. Kemudian menjadi perusahaan publik dengan melakukan Initial Public Offering (IPO) pada 2005 menjual 20% sahamnya ke publik. XL merupakan satu-satunya perusahaan telekomunikasi seluler yang membangun dan memiliki jaringan serat optik, yang terdiri dari jaringan utama (backbone) sepanjang sisi kanan dan sisi kiri jalan kereta api dari Bandung, Jawa Barat ke Surabaya, Jawa Timur dan mencakup kota-kota besar lainnya di Jawa.
Untuk menambah kapasitas dan mengatasi lalu lintas dalam kota yang padat di Jawa Tengah, telah dibangun empat jaringan yang berhubungan dengan jaringan utama (backbone). Serat optik utama di Jawa terdiri dari 72.144 kbps dan 216 serat inti yang menggunakan synchronous digital hierarchy (SDH) untuk menghubungi masing-masing poin sepanjang backbone dan kabel cincin.
Pada September 2003 telah didirikan sekitar 4.400 kilometer kabel jaringan optik dan hingga 2010 sudah mencapai 13.000 kilometer. Pada Agustus 2007 proyek jaringan kabel laut XL dari Batam ke Johor Malaysia siap beroperasi. Proyek yang bernama Batam Rengit Cable System (BRCS) itu akan menjadi jembatan penghubung bagi jaringan XL di Indonesia dengan jaringan Telekom Malaysia (TM). Dari Rengit, TM akan menyediakan akses ke jaringan global kepada XL. Jaringan kabel optik bawah laut Batam-Rengit ini sepanjang kurang lebih 63 km. Kapasitas yang tersedia adalah 48 core. Setiap satu pair cable (@ 2 core) memiliki initial capacity sebesar 10 GHz. Dengan teknologi terbaru DWDM, satu pair cable dapat di-upgrade hingga satuan Terra Bit.
Saat ini XL sudah memiliki jaringan infrastruktur yang berbasis Internet Protocol (IP). Pada 2006, IP backbone XL sudah tersedia di 19 kota dan tahun ini akan menjadi 50 kota. Sekitar 60% dari jaringan backbone tersebut sudah berbasis IP. Selain teknologi 2G, 2,5G, XL juga sudah mengimplementasikan teknologi 3G dan 3,5 G termasuk untuk integrasi FMC. XL siap memasuki era full Internet Protocol, yaitu adanya konvergensi layanan voice, data, video dan broadcasting. Selain memberikan layanan seluler, XL juga memiliki produk Business Solutions yaitu layanan solusi korporat berbasis sirkit sewa (leased line), broadband dan IP (Internet Protocol).
Pada Desember 2009 nama perusahaan berubah menjadi menjadi PT XL Axiata Tbk., menyusul perubahan nama perusahaan holdingnya di Malaysia. Saat ini pemegang sahamnya adalah Axiata Investment Indonesia Sdn Bhd (sebelumnya Indocel Holding Sdn Bhd) sebanyak 66,7%, Etisalat 13,3%), dan publik 20%. Axiata Investment adalah anak perusahaan Telekom Malaysia (TM) Berhad Group, kemudian pada 2009 TM berganti nama menjadi Axiata.
XL Axiata merupakan anak perusahaan dari Axiata Group Berhad yang memiliki 8 operator di Asia yaitu Aktel (Banglades), Hello (Kamboja), Idea (India), MTCE (Iran), Celcom (Malaysia), Multinet (Pakistan), M1 (Singapura), dan Dialog (Sri Lanka).
Tugas 3 "Teori Organisasi Umum 2"
Nama : Prihadi Kuntoro
NPM : 16113918
Kelas : 2KA16
Link Slideshare :
http://www.slideshare.net/PrihadiKuntoro/pengambilan-keputusan-46127865
NPM : 16113918
Kelas : 2KA16
Link Slideshare :
http://www.slideshare.net/PrihadiKuntoro/pengambilan-keputusan-46127865
Sunday, 15 March 2015
MDGs 2025
Apa
itu MDGs 2015
Pada September 2000, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Millennium
Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) sebanyak 189 Negara sepakat untuk mengadopsi
Deklarasi Milenium yang kemudian dijabarkan dalam kerangka praktis. Tujuan
Pembangunan Millennium (Millennium Development Goals/MDGs). MDGs yang
menempatkan pembangunan manusia sebagai fokus, memiliki tenggat waktu (2015)
dan indikator kemajuan yang terukur.
Saat ini, tersisa waktu sekitar 5 tahun bagi negara berkembang
anggota PBB, untuk menyelesaikan dan mengupayakan pencapaian 8 tujuan
Pembangunan Millennium (Millennium Development Goals/MDGs) – terkait
pengurangan kemiskinan, pencapaian pendidikan dasar, kesetaraan gender,
perbaikan kesehatan ibu dan anak, pengurangan prevalensi penyakit menular,
pelestarian lingkungan hidup, dan kerjasama global. MDGs yang didasarkan pada
konsesnsus dan kemitraan global ini, juga menekankan kewajiban negara maju
untuk mendukung penuh upaya tersebut.
Seperti yang kita tahu bahwa MDGs
(Millenium Development Goals) memiliki 8 target, yaitu:
- MDG 1: Membasmi Kemiskinan dan Kelaparan;
- MDG 2: Pencapaian Pendidikan Dasar yang
Universal;
- MDG 3: Mempromosikan Kesetaraann Gender dan
Pemberdayaan Perempuan;
- MDG 4: Mengurangi Angka Kematian Bayi dan Anak;
- MDG 5: Memperbaiki Kualitas Kesehatan Maternal;
- MDG 6: Membasmi penyakit HIV AIDS, Malaria dan
Penyakit Menular Lainnya;
- MDG 7: Perbaikan lingkungan yang Terus Menerus;
- MDG 8: Kerjasama Global Untuk Pengembangan.
Dan MDGs ini ditargetkan pada 2015.
Tetapi ada kasus yang membuat MDGs ini harus mengundur sampai 2025. Berikut ini
beritanya, yakni tentang “Pencapaian MDGs Penurunan AKI Akan Mundur
pada 2025.”
Jakarta (ANTARA News) – Pencapaian
target pembangunan milenium (MDGs – Millenium Development Goals) untuk
penurunan angka kematian ibu (AKI) sebanyak 50 persen dan pencapaian
pembangunan lingkungan hidup menyeluruh pada 2015 akan mundur menjadi tahun
2025-2030, kata Kepala BKKBN Sugiri Syarief.Kepala Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengemukakan hal itu dalam Seminar tentang
Kebijakan dan Strategi Program Pengendalian Penduduk di Era Desentralisasi yang
diadakan BKKBN bekerjasama Iluni FKUI dan USAID di Jakarta, Rabu. Seminar
menampilkan pembicara kunci mantan Kepala BKKBN Prof Dr Haryono Suyono.Menurut
Sugiri, kemungkinan tertundanya pencapaian sasaran MDGs pada penurunan AKI dan
pembangunan lingkunan, karena faktor seperti kesiapan masyarakat, pemerintah
daerah dan LSM dalam melaksanakan target itu belum secara optimal dilaksanakan
gotong royong dan menjadi gerakan seluruh rakyat.
Dia memberikan contoh, kemungkinan
mundurkan target sasaran MDGs nomor 5 yaitu penurunan AKI dari 228 per 100.000
kelahiran menjadi 102 pada tahun 2015 akan sulit dicapai karena belum siapnya
peran para keluarga dalam program desa siaga dan rumah sakit siaga unuk
menurunkan AKI saat melahirkan.
Selain itu, kemungkinan mundurkan
pencapaian pembanguan lingkungan hidup seperti penghijauan lahan yang banyak
gundul di hampir seluruh wilayah Indonesia, juga memerlukan kesiapan dari
masyarakat, swasta dan pemerintah.
Sugiri mengajak seluruh jajaran
pemerintah kabupaten/kota beserta anggota DPRD dan LSM untuk ikut menyukseskan
MDGs pada 2015 yang sebelumnya telah ditandangani pemerintah Indonesia pada
tahun 2000, guna meningkatkan derajat kesehatan, pendidikan dan kemakmuran
warga Indonesia pada 2015.
Dia menjelaskan ada 7 target MDGs
berkaitan dengan pembanguanan KB dan kependudukan, yaitu target penurunan
jumlah penduduk miskin, pencapaian pendidikan dasar, target kesetaraaan gender,
target penurunan angka kemtian bayi(AKB) dari 32 persen 1000 kelahiran menjadi
19 pada 2015, target penurunan angkat kematian ibu (AKI).
Selain itu, target pencapaian
kesertaan program KB dan kesehatan reproduksi, dan target pembangunan
lingkungan hidup, serta satu target yang tidak berkaian progran KB yaitu
pembangunan ekonomi melaluai kewirausahaan atau peningkatan pendapatan
perkapita untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk.
Oleh karena itu, kata Sugiri, BKKBN
mengusulkan tambahan anggaran pada APBN-P (Perubahan) 2010 sebanyak Rp1
triliun, yang anggaran BKKBN saat ini baru Rp1,2 triliun, sehingga jika
disetujui APBN-P total anggaran BKKBN menjadi Rp2,2 triliun yang akan dugunakan
program revitalisasi KB dalam mempercepat pencapaian MDGs.
Sementara itu, Prof Dr Haryono
Suyono yasng kini ketua Yayasan Damandiri itu mengatakan, BKKBN perlu
bekerjasama dengan seluruh jajaran pemerintahan untuk menggerakan masyarakat di
segala tingkatan dalam upaya membentuk dan mengisi pos pemberdayaan keluarga
(Posdaya) di setiap RT/RW sehingga target MDGs segera terwujud.
Petugas lapangan KB (PLKB) dapa
difungsikan kembali membina posdaya yang jumlahnya 700.000 buah se-Indonesia
dengan memberikan penyuluhan proram KB dan pencapaian MDgs melalu sosialisasi
delapan fungsi keluarga (agama, perlindungan, cintakasih, reproduksi,
pendidikan, ekonomi, lingkungan hidup, kewirausahaan).
“Posdaya bukan untuk menggantikan
lembaga koperasi, posyandu dan PKK, tetapi menjadi bagian dari tim penggerak
PKK di tingkat desa/kelurahan guna mewujudkan keluarga yang berkulaitas,
memahami dan melaksanakan delapan fungsi keluarga, delapan pencapaian MDGs dan
menaikkan indeksi pembanguan manusia (IPM),” katanya.
Peran IT dalam menghadapi MDGs 2025
Komitmen Indonesia
untuk mencapai MDGS mencerminkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan
kesejahteraan rakyatnya dan memberikan konstribusi pada peningkatan
kesejahteraan masyarakat dunia. Oleh karena itu, MDGS merupakan acuan penting
dalam penyusunan dokumen Perencanaan Pembangunan Nasional. Pemerintah Indonesia
telah mengarusutamakan MDGS dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
(RPJN 2005-2025), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasiolan (RPJMN 2004-2009
dan 2010-2014), Rencana Kerja Program Tahunan (RKP), serta dokumen Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dalam lima tahun
terakhir, di tengah kondisi Negara yang belum sepenuhnya pulih dari krisis
ekonomi tahun 1997/1998. Indonesia menghadapi tantangan global yang tidak
ringan. Gejolak harga minyak dan harga pangan serta perubahan iklim global
serta terjadinya krisis keuangan global 2007-2008 mewarnai dinamika pembangunan
Indonesia. Tingat pertumbuhan ekonomi menurun menjadi sekitar 4-5 persen,
dibandingkan dengan pertumbuhan sebelum krisis yang mencapai sebesar 5-6 persen
Pendapat
Menurut pendapat saya adanya MDGS di Indonesia sangatlah
berdampak baik bagi masyarakat Indonesia, karena melihat banyaknya ledakan
penduduk dan jumlah pengangguran yang semakin bertambah. Maka seharusnya
masing-masing masyarakat Indonesia harus mempunyai kualitas hidup dan sumber
daya manusia yang baik di masa depan, karena MDGs memiliki target target yang
sangat baik untuk terciptanya suatu negara yang lebih maju dan terbebas dari
masalah masalah kemiskinana dan ekonomi.
Referensi
Nama : Prihadi Kuntoro
NPM : 16113918
Kelas : 2KA16
Tugas 2 "Teori Organisasi Umum 2"
Nama : Prihadi Kuntoro
NPM : 16113918
Kelas : 2KA16
Link Slideshare :
http://www.slideshare.net/PrihadiKuntoro/bekerjasama-dalam-team-kelompok-45846059
NPM : 16113918
Kelas : 2KA16
Link Slideshare :
http://www.slideshare.net/PrihadiKuntoro/bekerjasama-dalam-team-kelompok-45846059
Saturday, 7 March 2015
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015
Ambisi ASEAN membentuk MEA salah satunya didorong oleh perkembangan
eksternal dan internal kawasan. Dari sisi eksternal, Asia diprediksi akan
menjadi kekuatan ekonomi baru, dengan disokong oleh India, Tiongkok, dan
negara-negara ASEAN. Saat ini saja, berdasarkan Laporan Bank Dunia (2014),
dengan menggunakan paritas daya beli (PPP) dolar internasional, ekonomi ASEAN
menyumbang 6 persen terhadap PDB global. Hal ini menjadikan ASEAN sebagai blok
ekonomi terbesar kelima di dunia setelah NAFTA (20 persen), EU (17 persen),
China (16 persen), dan India (7 persen). Sedangkan dari sisi internal kawasan,
krisis keuangan Asia pada tahun 1997/1998 memberikan motivasi lebih lanjut
terhadap agenda integrasi regional guna membangun ketahanan yang lebih kuat
menghadapi ketidakstabilan keuangan makro. Selain itu, ASEAN juga memiliki
pertumbuhan kelas menengah berusia muda yang sangat pesat yang dapat memberikan
sumber pertumbuhan baru di kawasan ini.
Apa itu Masyarakat
Ekonomi Asean?
Lebih dari satu dekade lalu, para
pemimpin Asean sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara
pada akhir 2015 mendatang.
Ini dilakukan agar daya saing Asean
meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing.
Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan
lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan.
Pembentukan pasar tunggal yang
diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan
satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di
seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat.
Terdapat empat hal yang akan menjadi
fokus MEA pada tahun 2015 yang dapat dijadikan suatu momentum yang baik untuk
Indonesia. Pertama, negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini akan dijadikan
sebuah wilayah kesatuan pasar dan basis produksi. Dengan terciptanya kesatuan
pasar dan basis produksi maka akan membuat arus barang, jasa, investasi, modal
dalam jumlah yang besar, dan skilled labour menjadi tidak ada hambatan dari
satu negara ke negara lainnya di kawasan Asia Tenggara.
Kedua, MEA akan dibentuk sebagai kawasan
ekonomi dengan tingkat kompetisi yang tinggi, yang memerlukan suatu kebijakan
yang meliputi competition policy, consumer protection, Intellectual
Property Rights (IPR), taxation, dan E-Commerce.
Dengan demikian, dapat tercipta iklim persaingan yang adil; terdapat
perlindungan berupa sistem jaringan dari agen-agen perlindungan konsumen;
mencegah terjadinya pelanggaran hak cipta; menciptakan jaringan transportasi
yang efisien, aman, dan terintegrasi; menghilangkan sistem Double
Taxation, dan; meningkatkan perdagangan dengan media elektronik berbasis online.
Ketiga, MEA pun akan dijadikan sebagai
kawasan yang memiliki perkembangan ekonomi yang merata, dengan memprioritaskan
pada Usaha Kecil Menengah (UKM). Kemampuan daya saing dan dinamisme UKM akan
ditingkatkan dengan memfasilitasi akses mereka terhadap informasi terkini,
kondisi pasar, pengembangan sumber daya manusia dalam hal peningkatan
kemampuan, keuangan, serta teknologi.
Keempat, MEA akan diintegrasikan secara
penuh terhadap perekonomian global. Dengan dengan membangun sebuah sistem untuk
meningkatkan koordinasi terhadap negara-negara anggota. Selain itu, akan
ditingkatkan partisipasi negara-negara di kawasan Asia Tenggara pada jaringan
pasokan global melalui pengembangkan paket bantuan teknis kepada negara-negara
Anggota ASEAN yang kurang berkembang. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan
kemampuan industri dan produktivitas sehingga tidak hanya terjadi peningkatkan
partisipasi mereka pada skala regional namun juga memunculkan inisiatif untuk
terintegrasi secara global.
Berdasarkan ASEAN Economic
Blueprint, MEA menjadi sangat dibutuhkan untuk memperkecil kesenjangan
antara negara-negara ASEAN dalam hal pertumbuhan perekonomian dengan
meningkatkan ketergantungan anggota-anggota didalamnya. MEA dapat mengembangkan
konsep meta-nasional dalam rantai suplai makanan, dan menghasilkan blok
perdagangan tunggal yang dapat menangani dan bernegosiasi dengan eksportir dan
importir non-ASEAN.
Bagi Indonesia sendiri, MEA akan menjadi
kesempatan yang baik karena hambatan perdagangan akan cenderung berkurang
bahkan menjadi tidak ada. Hal tersebut akan berdampak pada peningkatan eskpor
yang pada akhirnya akan meningkatkan GDP Indonesia. Di sisi lain, muncul
tantangan baru bagi Indonesia berupa permasalahan homogenitas komoditas yang
diperjualbelikan, contohnya untuk komoditas pertanian, karet, produk kayu,
tekstil, dan barang elektronik (Santoso, 2008). Dalam hal ini competition
risk akan muncul dengan banyaknya barang impor yang akan mengalir
dalam jumlah banyak ke Indonesia yang akan mengancam industri lokal dalam
bersaing dengan produk-produk luar negri yang jauh lebih berkualitas. Hal ini pada
akhirnya akan meningkatkan defisit neraca perdagangan bagi Negara Indonesia
sendiri.
Pada sisi investasi, kondisi ini dapat
menciptakan iklim yang mendukung masuknya Foreign Direct Investment (FDI)
yang dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi melalui perkembangan teknologi,
penciptaan lapangan kerja, pengembangan sumber daya manusia (human capital)
dan akses yang lebih mudah kepada pasar dunia. Meskipun begitu, kondisi
tersebut dapat memunculkan exploitation risk. Indonesia
masih memiliki tingkat regulasi yang kurang mengikat sehingga dapat menimbulkan
tindakan eksploitasi dalam skala besar terhadap ketersediaan sumber daya alam
oleh perusahaan asing yang masuk ke Indonesia sebagai negara yang memiliki
jumlah sumber daya alam melimpah dibandingkan negara-negara lainnya. Tidak
tertutup kemungkinan juga eksploitasi yang dilakukan perusahaan asing dapat
merusak ekosistem di Indonesia, sedangkan regulasi investasi yang ada di
Indonesia belum cukup kuat untuk menjaga kondisi alam termasuk ketersediaan
sumber daya alam yang terkandung.
Dari aspek ketenagakerjaan, terdapat
kesempatan yang sangat besar bagi para pencari kerja karena dapat banyak
tersedia lapangan kerja dengan berbagai kebutuhan akan keahlian yang beraneka
ragam. Selain itu, akses untuk pergi keluar negeri dalam rangka mencari
pekerjaan menjadi lebih mudah bahkan bisa jadi tanpa ada hambatan
tertentu. MEA juga menjadi kesempatan yang bagus bagi para wirausahawan untuk
mencari pekerja terbaik sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Dalam hal ini dapat
memunculkan risiko ketenagakarejaan bagi Indonesia. Dilihat
dari sisi pendidikan dan produktivitas Indonesia masih kalah bersaing dengan
tenaga kerja yang berasal dari Malaysia, Singapura, dan Thailand serta fondasi
industri yang bagi Indonesia sendiri membuat Indonesia berada pada peringkat
keempat di ASEAN (Republika Online, 2013).
Dengan hadirnya ajang MEA ini, Indonesia
memiliki peluang untuk memanfaatkan keunggulan skala ekonomi dalam negeri
sebagai basis memperoleh keuntungan. Namun demikian, Indonesia masih memiliki
banyak tantangan dan risiko-risiko yang akan muncul bila MEA telah
diimplementasikan. Oleh karena itu, para risk professional diharapkan
dapat lebih peka terhadap fluktuasi yang akan terjadi agar dapat mengantisipasi
risiko-risiko yang muncul dengan tepat. Selain itu, kolaborasi yang apik antara
otoritas negara dan para pelaku usaha diperlukan, infrastrukur baik secara
fisik dan sosial(hukum dan kebijakan) perlu dibenahi, serta perlu adanya
peningkatan kemampuan serta daya saing tenaga kerja dan perusahaan di
Indonesia. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi penonton di negara sendiri di
tahun 2015 mendatang.
Referensi
Nama : Prihadi Kuntoro
NPM : 16113918
Kelas : 2KA16
Tugas 1 "Teori Organisasi Umum 2"
Nama : Prihadi Kuntoro
NPM : 16113918
Kelas : 2KA16
Link Slideshare :
http://www.slideshare.net/PrihadiKuntoro/mengembangkan-kemampuan-mahasiswa-dalam-komunikasi-45564318
NPM : 16113918
Kelas : 2KA16
Link Slideshare :
http://www.slideshare.net/PrihadiKuntoro/mengembangkan-kemampuan-mahasiswa-dalam-komunikasi-45564318
Subscribe to:
Posts (Atom)
IT PROFESI FORENSIC
1. Definisi IT Forensic/DIGITAL FORENSIC · IT Forensik adalah cabang dari ilmu komputer tetapi menjurus ke bagian forensi...
-
Etika Profesi Bidang IT Etika profesi adalah norma-norma, syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi oleh sekelompok ora...
-
Sampul Pangeran Kecil terbitan Gramedia Penulis : Antoine de Saint Exupéry Judul Asli : Le Petit Prince Le Petit Prince ...
-
Apakah Anda tahu siapakah sebenarnya pendiri awal Alfamart yang saat ini sangat populer tersebut? Adalah seorang bernama Djoko Susanto yang...